Sejarah Singkat Pendirian MAS NW Tembeng Putik
Madrasah Aliyah Swasta (MAS) NW Tembeng Putik merupakan salah satu institusi pendidikan Islam yang memiliki akar kuat dalam semangat gotong royong dan perjuangan dakwah di Nusa Tenggara Barat. Berdirinya sekolah ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan simbol dari cita-cita luhur masyarakat lokal untuk mencetak generasi yang cerdas dan berakhlakul karimah.
1. Awal Mula dan Semangat Swadaya (1986)
Perjalanan MAS NW Tembeng Putik dimulai pada tahun 1986. Pada masa itu, akses pendidikan tingkat menengah atas di wilayah Tembeng Putik masih sangat terbatas. Menyadari pentingnya pendidikan bagi masa depan putra-putri daerah, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat berinisiatif mendirikan sebuah madrasah.
Pembangunan awal sekolah ini dilakukan sepenuhnya secara swadaya masyarakat. Dengan keterbatasan dana dan material, gedung sekolah pertama kali berdiri dalam bentuk yang sangat sederhana. Keikhlasan masyarakat dalam menyumbangkan tenaga, pikiran, hingga materi menjadi fondasi utama yang memperkokoh berdirinya sekolah ini.
2. Di Bawah Naungan Yayasan
Secara organisatoris, MAS NW Tembeng Putik bernaung di bawah Yayasan Pondok Pesantren Sa’adatul Islamiyah NWDI Tembeng Putik. Kehadiran yayasan ini memberikan payung hukum dan arah strategis bagi perkembangan madrasah, sekaligus menyelaraskan kurikulum pendidikan umum dengan nilai-nilai agama serta perjuangan Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI).
3. Visi Perjuangan
Sejak didirikan, MAS NW Tembeng Putik memiliki misi utama untuk:
- Memberikan akses pendidikan yang terjangkau bagi masyarakat pedesaan.
- Mencetak kader-kader bangsa yang memiliki integritas keislaman yang kuat.
- Melanjutkan estafet perjuangan dakwah Islam di bawah naungan organisasi NWDI.
Garis Waktu Perkembangan
| Tahun | Peristiwa Penting |
| 1986 | Peletakan batu pertama dan pendirian bangunan sederhana secara swadaya oleh masyarakat. |
| Era 90-an | Mulai dilakukannya pengembangan sarana prasarana dan penguatan manajemen di bawah Yayasan Ponpes Sa’adatul Islamiyah. |
| Hingga Kini | Terus bertransformasi menjadi lembaga pendidikan yang kompetitif dengan tetap mempertahankan nilai-nilai tradisional pesantren. |
